Arsip untuk Februari, 2009

Cerpen AA Navis

AA Navis ialah seorang cerpenis kawakan. Beliau almarhum adalah penulis “Robohnya Surau Kami” yang sangat terkenal. Meski cerita-ceritanya banyak mengambil setting di daerah asalnya Padang, tapi cara bertuturnya mudah dicerna. Kalimatnya sederhana saja. Tapi jalan ceritanya susah ditebak.

Aku membeli buku “Antologi Cerpen AA Navis” yang isinya kumpulan lengkap cerpen beliau. Dengan buku ini aku bisa melatih otak kananku yang tidak linear. Tentu berbeda dengan novel yang harus dibaca berurutan, membaca buku ini aku bisa melompat-lompat.

Buku ini kurekomendasikan bagi sahabat yang masih belajar entah di bangku SMA atau perguruan tinggi, bahkan SMP. Sebagaimana kita tahu, sekolah kita sangat kurang dalam hal mengarang cerita yang berkorelasi dengan menulis karya. Barangkali dengan membaca buku ini sahabat akan mendapatkan bahan untuk dijadikan sebagai karangan.

Bukan berarti buku ini tidak untuk masyarakat non-sekolah. Buku ini setidaknya dapat menjadi hiburan yang bisa dibaca setiap saat tanpa khawatir kehilangan alur cerita. Karena ciri khas cerpen hanya terdiri dari beberapa lembar halaman saja. Selain itu dengan variasi ceritanya kita akan terhibur dibuatnya.

Selamat membaca!

Komentar (1)

Zona Kenyamanan

Zona ini membuat orang terlena. Dikiranya dengan mencapai zona ini ia telah mencapai cita-citanya. Dipikirnya zona ini adalah batas terakhir antara hidup dan mati

Tapi tidak. Sesungguhnya zona ini lebih berbahaya daripada zona susah. Bahkan zona ini seharusnya didapatkan ketika seseorang meninggalkan dunia alias mati.

Maka diperlukan cita-cita dinamis berkesinambungan untuk menghindari zona ini. Dengan cita-cita dinamis itu seseorang akan selalu terjaga untuk mengejarnya. Dengan cita-cita berkesinambungan itu menjadikan hal-hal sulit menjadi mudah karena hal sulit dicapai dengan bertahap-tahap hal mudah.

Tinggalkan sebuah Komentar

Praja IPDN Meninggal Karena Tipus

Hari ini baca berita di detik.com,ada Praja IPDN asal Sawah Lunto Sumbar meninggal karena tipus. Kukonfirmasi pada adikku, Kiki, berita itu memang benar adanya. Semoga tuhan menerimanya di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Tinggalkan sebuah Komentar