Minggu: Antara Jakarta dan Thailand

Aku bangun jam 5 pagi dengan mata yang masih mengantuk. Maklum sampai jam 3 malam aku menyiapkan segala keperluan. Sesuai rencana aku akan menumpang taxi jam 7. Ternyata meleset setengah jam. Tapi masih cukup mengejar keberangkatanku, jam 10. Karena minimal satu setengah jam sebelum keberangkatan pesawat luar negeri penumpang harus tiba di bandara. Waktu ke Batam dulu seingatku minimal 1 jam sebelum keberangkatan penumpang harus di bandara. Ternyata penumpang dengan tujuan luar negeri harus mengurus dokumen2 imigrasi.

Jam 8.30 aku sampai di bandara. Kiki dan Jahi yang mengantarku dengan terpaksa harus pulang lebih awal karena yang diizinkan masuk bandara hanya penumpang pesawat. Aku menuju loket Air Asia. Setelah antri sekian lama, kusodorkan bukti pembelian tiket Air Asia tujuan Jakarta-Bangkok. Lalu barang2 ku dibagasikan. Karena membawa 2 tas, aku kena additional fee Rp. 15.000. Bukan karena beratnya yang melebihi, tapi karena jumlah tas nya. Aku juga membayar air tax Rp. 100.000. Aku menuju petugas imigrasi. Ternyata harus membayar Fiskal dulu di bank. Aku memutar balik mencari bank yang membuka layanan di dalam bandara. Kutemukan Bank UOB Buana yang masih 1 gedung dengan terminal ku, 2D. Setelah membayar Rp. 1.000.000 aku kembali ke petugas imigrasi. Kemudian aku mengisi kartu kedatangan dan keberangkatan. Melewati 1 petugas lagi untuk mendapatkan cap imigrasi. Lalu menuju Gate D4 tempat pesawatku parkir. Di tengah jalan aku menemukan toko buku yang menjual peta Bangkok. Rp. 88.0000 pun melayang. Tak apa, kemarin aku mencari di Gramedia tapi nihil. Jam 9.45 aku masuk pesawat. Sedikit emosional seperti biasanya. Ditambah begitu perhatiannya keluargaku mengirim sms Titi DJ*.

Tidak seperti Mandala Air, di dalam pesawat aku bebas memilih tempat duduk. Yah, kupilih di samping yang bukan pasangan biar ga risih. Setelah take-off beberapa pramugari menjual makanan mirip orang jualan gorengan & nasi uduk pagi2. Itulah mengapa tiket Air Asia murah, tanpa makanan dan minuman. Sekalian menukar uang bath yang belum kugunakan kubeli air mineral dan kitkat. Tentu saja harga pesawat, semuanya THB 70**.

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Aku landing di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok jam 13:15. Kebetulan waktu Bangkok sama dengan waktu Jakarta. Aku membeli kartu prabayar seharga THB 199. Ku sms Jakarta dan Pemalang tempat adik dan bapak ku berada. Berhasil! Tak lama adikku pun menjawab. Sungguh hebat teknologi ini. Aku langsung pesan taxi untuk mengantarku ke hotel di Sukhumvit Soi 22. Grand Mercure Park Avenue. THB 250 ongkos yang diperlukan ke hotel belum termasuk THB 65 untuk tol. Sampai di hotel, aku harus menitipkan THB 3000 untuk jaminan bila aku menggunakan jasa di luar standar pelayanan hotel. Sebenarnya bisa saja tak menitipkan uang kalo punya credit card. Sungguh mahal untuk sebuah jaminan membuatku berfikir ulang, moda transportasi apa yang murah untuk ke tempat training. Setelah masuk kamar aku memberi room service THB 20. Semula aku tak akan memberinya apa-apa mengingat uangku yang sudah terkuras untuk jaminan yang tidak masuk akal. Tapi karena telah mengangkat dua tas ku sambil menunggu negosiasi THB 3000 yang gagal serta menunjukkan ku arah barat kuikhlaskan saja tips itu kepada Samak, nama room service itu.

Keterangan:

* Titi DJ = hati-hati di jalan

** 1 THB +/- Rp. 300

Iklan

One response to this post.

  1. padahal ku telpon tu waktu malam..ku baru beli pulsa langsung habis bwt telpon kamu.. jakarta-bangkok alias indonesia- thailand .tp thanx oleh2nya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: