David Hartanto, Sang Pejuang yang Dikhianati

Mengikuti berita meninggalnya salah satu calon ilmuwan Indonesia, David Hartanto, membuat hatiku perih. Lebih2 lagi menyimak komentar diplomat2 kita yang seakan tunduk pada Singapura. Ada apa ini. Pejuang yang mewakili Indonesia di kancah Olimpiade Matematika direlakan begitu saja oleh negara yang dibelanya.

Ada apa ini. Atas nama penghormatan terhadap hukum Singapura, pemerintah kita lepas tangan begitu saja terhadap warganya. Untuk urusan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, untuk urusan orang yang sedang berjuang memajukan bangsanya lewat pendidikan, untuk urusan orang yang cerdas, pendiam, negara tak mau tau. Ini bukan TKI atau TKW bung SBY. Ini rakyatmu. Dia yang akan mewarisi perjuanganmu kelak ketika engkau tak lagi menjabat, mungkin ketika engkau tak lagi menyandang hayat.

Betul2 terlalu. Negara ompong giginya di depan cukong2 Singapura. Seakan mereka-mereka itu menguasai 17 ribu pulau kita. Seakan jika tanpa belas kasihan mereka kita tak kan bisa hidup. Seakan karena merekalah kita merdeka. Kalau begini caranya kita adalah budak. Budak Singapura.

Budak itu halal darahnya diminum. Budak itu dengan sukarela menyerahkan nyawanya. Kalaupun tuannya sedikit kasihan, paling banter budak itu harus duduk lebih rendah dari tuannya. Harus makan makanan sisa tuannya.

Ah, David. Seandainya aku SBY. Aku takkan membiarkanmu mati sia-sia. Aku tak hanya menunggu Singapura menyelesaikan urusan orang asing. Aku akan turun tangan sendiri. Bila perlu akan kuboikot negeri itu.

Ah, David. Sayang sekali aku bukan SBY. Aku hanya bisa tertawa orang2 mengelu-elukan kemenangannya.

Pesan moral: Jangan sekolah di Singapura! Itu upaya maksimal yang bisa kita lakukan. Kecuali dan hanya kecuali SBY berani membela warganya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: