Umar bin Abdul Aziz (bagian 1)

Kemarin baru beli buku berjudul Umar bin Abdul Aziz. Ternyata pada masa mudanya dia suka bermewah-mewahan. Diceritakan juga Umar bin Abdul Aziz memakai minyak wangi dengan berlebihan samapai-sampai orang-orang berebut bajunya ketika akan dicuci karena wanginya itu.

Umar masih hidup berlebihan ketika ditunjuk menjadi Gubernur Madinah yang kemudian diperluas wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Hijaz. Ia juga menuruti kemauan penguasa dengan menyiksa seorang rakyatnya hingga meninggal. Tapi itupun tak menjamin kelangsungan kekuasaannya. Ia dilengserkan dari kursi Gubernur Hijaz.

Pada masa lengser itulah Umar merenung. Seakan-akan ia menemukan kembali gen Umar bin Khattab yang ia warisi dari ibunya. Ia menyesali kesalahan-kesalahan masa lalu. Hidupnya berubah menjadi zuhud terhadap dunia. Rasa berdosanya telah membunuh seorang rakyatnya hanya karena kekuasaan pun terus menggelayuti pikirannya. Ia bertekad untuk memperbaiki hidupnya. Pun ia ingin berdakwah kepada khalifah Marwan mantan atasannya. Ia ingin khalifah berlaku adil.

(Bersambung ke bagian 2)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: