Ketika Anak Semua Bangsa Kubaca

Telah kubacai 400 halaman novel Pramoedya itu. Tinggal 100 halaman lagi.
Isinya masih terkait masalah yang ditinggalkan oleh Bumi Manusia.
Sementara ini tokoh yang berkesan di benakku adalah Khow Ah Soe atau semacam itulah spell nya. Visinya jelas, memperbaiki kehidupan bangsanya. Targetnya jelas, berkampanye pada orang-orang sebangsanya yang tinggal di negri rantau. Pengorbanannya pun tak main2.
Sementara tokoh yang kurang menurutku ada pada sosok Surati. Aksi heroiknya membunuh Plakemboh sepertinya terlalu mengada-ada.
Buatku, tetap Pram adalah pencerita yang baik. Lidahnya mengandung butiran2 sejarah, tak hanya Hindia, tapi dunia. Pendekatannya dalam mencitrakan tokoh2nya relatif membumi.
Oya, tokoh utama si Minke memang belum dewasa benar pemikirannya. Maka benar sekali pengatar Kompas di sampul belakang novel ini. Kalau tidak salah bunyinya begini. “Penyemaian ide”. Memang banyak gagasan tokoh2 yang tertanam dalam fikiran Minke. Ide ini tentu saja sebagai pengantar pada Tetralogi Pulau Buru nya yang ketiga, Jejak Langkah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: